Jumat, 31 Maret 2017

Tugas dari Dosen Dr. Dirgantara Wicaksono. M.Pd (PENDIDIKAN PADA MASA KOLONIAL PROTUGIS)


1.Kondisi Pendidikan Nasional Zaman Kolonial, Pergerakan Kemerdekaandan Penjajahan JepangA.

Kondisi Pendidikan Nasional Pada Masa Portugis
Karena berkembangnya perdagangan, pada awal abad ke-16 datanglah Portugiske Indonesia yang kemudian disusul bangsa Spanyol. Selain untuk berdagang,mereka juga menyebarkan agama Nasrani (Khatolik). Waktu orang-orang Portugisdatang ke Indonesia, mereka dibarengi oleh
missionaris
, yang diberi tugas untuk menyebarkan agama Khatolik di kalangan penduduk Indonesia. Seorang diantaranya adalah Franciscus Xaverius, yang dianggap sebagai peletak batu pertama Khatolik di Indonesia. Franciscus Xaverius berpendapat bahwa untuk memperluas penyebaran agama Khatolik itu perlu sekali didirikan sekolah-sekolah.Pada tahun 1536 didirikan sebuah seminarie di Ternate, yang merupakansekolah agama bagi anak-anak orang terkemuka. Selain pelajaran agama diberikan juga pelajaran membaca, menulis dan berhitung. Di Solor juga didirikan semacamseminarie dan mempunyai ±50 orang murid, di sekolah ini juga diajarkan bahasaLatin. Pada tahun 1546 di Ambon sudah ada tujuh kampung yang penduduknya beragama Khatolik, ternyata di sana juga diselenggarakan pengajaran untuk rakyatumum.Karena sering timbul pemberontakan, maka pada akhir abad-16 habislahkekuasaan Portugis di Indonesia. Ini berarti habis pula riwayat missi Khatolik diMaluku. Missi ini adalah missi negara, artinya para missionaris mendapat jaminanhidup dari negara. Maka jatuhnya negara mengakibatkan hilangnya tenaga missiitu, sehingga usaha-usaha pendidikan terpaksa harus dihentikan.


0 komentar:

Posting Komentar